Archive for the ‘Renungan Harian’ Category

Menjadi Keajaiban [SKDAG517]

Diri kita adalah KEAJAIBAN, percayalah bahwa kita dapat membuat KEAJAIBAN dengan berpikir, berdoa, percaya, bekerja dan membantu orang lain (Tetty Wijaya). Read the rest of this entry »

Sukses Membutuhkan Usaha! [SKDAG519]

Sukses harus didahului oleh usaha. Satu-satunya kata ‘sukses’ ada di depan ‘usaha’ hanya di dalam kamus. Read the rest of this entry »

Pengendalian Diri [SKDAG516]

04 Februari jam 8:28
Salah satu kelemahan mendasar manusia adalah ketidakmampuannya dalam mengendalikan diri. Tanpa pengendalian diri, semua yang direncanakan menjadi hancur.
Read the rest of this entry »

Keanehan Waktu …[SKDAG515]

Waktu memang aneh, bila ditunggu lama jalannya, bila diabaikan ia berlalu dengan cepat. Ia tidak dapat dihentikan, semua orang mendapat yang sama. Gunakanlah waktu secara optimal !

Setiap orang mendapatkan waktu yang sama dari Tuhan, yaitu 24 jam dalam sehari; tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang. Nah … sekarang Tuhan menyerahkan kepada kita masing-masing untuk memanfaatkan waktu tersebut; apakah waktu itu ingin kita gunakan secara optimal atau kita sia-siakan tanpa melakukan hal-hal yang berguna. Orang yang memiliki manajemen waktu yang baik dialah yang akan meraih keberhasilan.

Waktu itu memang aneh, saat kita menunggu sesuatu atau seseorang, maka kita merasakan bahwa waktu berjalan dengan sangat lambat. Tetapi saat kita sedang asik dengan sesuatu, misalnya asik ber FB atau asik nonton TV, eh … ternyata tidak terasa waktu telah berjalan dengan sangat cepat. Artinya waktu itu relatif, tergantung pada konsentrasi kita; saat konsentrasi kita ke waktu maka ia terlihat lama sekali jalannya, tetapi saat konsenrasi kita melakukan sesuatu tanpa memperhatikan waktu, maka ternyata ia berjalan cepat.

Tidak ada yang dapat menghentikan waktu, karena itu kita akan menyesal bila tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Peluang yang telah lewat tidak dapat kita kembalikan lagi dengan memutar kembali waktu kehidupan kita. Bila kita kehilangan uang maka kita masih dapat mencarinya lagi, tetapi bila kita kehilangan waktu, misalnya usia yang bertambah tetapi belum menghasilkan apa-apa, maka tidak ada cara untuk meraihnya kembali.

Jadi marilah kita menggunakan waktu secara optimal. Ada waktu untuk bekerja, bermain, dan beristirahat; gunakanlah secara seimbang, jangan berlebihan di salah satu bidang tertentu !

Catatan :

Bila anda ingin mendapatkan inspirasi singkat seperti di atas secara kontinu setiap hari langsung ke Inbox Message anda, silahkan click http://www.facebook.com/group.php?gid=126397013722, yaitu suatu group Inspirasi Singkat SKDAG.

Terimakasih

D. Agus Goenawan
Founder Group Inspirasi Singkat SKDAG

Orang Hebat itu … Terus Belajar [SKDAG514]

01 Februari jam 9:16
Orang hebat tidak mengagungkan kehebatan tetapi mereka terus belajar untuk memperbaiki kekurangan setahap demi setahap secara terus menerus setiap saat.

Kehebatan seseorang itu ditentukan oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri. Bila ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya hebat, maka orang-orang belum percaya kepadanya sampai mereka membutktikan bahwa orang itu memang hebat. Jadi orang hebat itu tidak sombong, tidak mengagungkan diri dan kehebatannya sendiri, tetapi dia hanya melakukan yang terbaik dan membiarkan orang lain menilainya.

Kemudian orang hebat juga tidak pernah berpuas diri, ia selalu belajar terus dan memperbaiki kekurangannya terus menerus. Prinsipnya adalah continuous improvement untuk terus meningkatkan kualitas diri sehingga ia menjadi semakin baik dan semakin berguna bagi orang lain di sekitarnya, misalnya keluarga, kantor, lingkungan, dan negaranya.

Dengan terus belajar juga, orang hebat menunjukkan sifatnya yang pantang menyerah dan bila menghadapi kegagalan maka ia akan bangun dan berusaha lagi serta mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maukah anda menjadi orang hebat?

Catatan :

Komentar dan saran anda, dapat dituliskan melalui :
http://www.facebook.com/topic.php?topic=14434&uid=126397013722

Terimakasih,
D. Agus Goenawan