KEGIATAN
ARAK-ARAKAN ONCOR
Salah satu kegiatan kerohanian yang dari dahulu menjadi ciri khas Peziarahan Sriningsih adalah Pembukaan dan Penutupan Bulan Maria Mei dan Oktober dengan Prosesi ARAK-ARAKAN ONCOR (OBOR) dari Gereja Marganingsih menuju Puncak Golgota, arak-arakan umat tersebut disertai dengan prosesi Doa Jalan Salib dan Doa Rosario.
Dengan situasi jalan yang mendaki lereng bukit umat dengan khusuk mendaraskan doa dan pujian. Betapa tidak, doa yg didaraskan adalah mengenangkan peristiwa sengsara Yesus memanggul salib menuju Puncak Golgota, dan memang medan jalan yang lumayan melelahkan, sekaligus sebagai permenungan akan sengsara Kristus sendiri.
Pembukaan biasa dilakukan pada tanggal 30 April dan 30 September sedangkan Penutupan dilakukan setiap tanggal 31 Mei dan 31 October sekitar jam 19.00WIB. Rangkaian kegiatan tersebut selalu diakhiri dengan perayaan ekaristi dan selalu dibanjiri oleh umat diseputar Sriningsih, bahkan dari berbagai kota sekitarnya.
Namun sayang sekali beberapa tahun terakhir prosesi arak-arakan tersebut sudah tidak dijalankan lagi, atas desakan berbagai pihak karena kegiatan itu merupakan Ciri Khas dari Peziarahan Sriningsih, maka rencana tahun 2009 ini akan dilaksanakan kembali.
Selama bulan Mei dan October setiap Sabtu Malam jam 20.00 WIB selalu diadakan Perayaan Ekaristi. Untuk Hari Minggu selalu ada perayaan ekaristi namun bukan merupakan kegiatan rutin yg diadakan oleh pengelola, tapi diadakan oleh sekelompok Peziarah yang sebelumnya sudah melalui ijin dari Pastor Kepala Paroki St. Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi, Klaten.
NOVENA JUMAT KLIWON
Kala kegetiran dan kelesuan hidup melanda jiwa, mereka menyatukan asa dalam wujut permohonan kepada Sang Penciptanya, Fenomena Devosi kepada Bunda Maria di malam Jumat Kiwon seakan menjadi “Ikon” tempat peziarahan Sriningsih. (Dikutib dari buku kenangan 70 tahun Paroki St. Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi, Klaten) Memang Kegiatan ini terasa begitu khas apalagi tatkala keheningan malam mulai menyeruak lereng bukit itu sayub sayub terdengar untaian doa dan pujian nan syahdu, terasa merasuk kedalam kalbu.
Keheningan malam akan terasa semakin syahdu tatkala di akhir perayaan ekaristi dilanjutkan Adorasi pentahtahan sakramen Maha Kudus. Seluruh pengunjung seakan kesirep (bahasa jawa)oleh khusuknya doa di keheningan malam,
Kegiatan ini merupakan rangkaian Novena yg diberi tajuk Novena Jumat Kliwon yang diadakan setiap hari Kamis Wage malem Jumat Kliwon penanggalan Jawa. Dalam penanggalan umum untuk 3 bulan terakhir di tahun 2009 Misa Novena jatuh pada :
Bulan Oktober tanggal 8 October 2009 Perayaan ekaristi dimulai jam 20.00 WIB rencana akan dipimpin oleh Romo Matheus Sardi, MSF, tanggal 12 November 2009 dipimpin oleh Rm. Agustinus Toto Supriyanto, PR dan sebagai rangkaian penutup Novena tahun 2009 pada tanggal 17 Desember 2009 Perayaan Ekaristi akan dipersembahkan oleh Romo E. Marto Sujito, PR dan secara kebetulan jatuh bersamaan dengan peringatan 1 syuro.
Akankah sebagai umat Allah kita tertarik untuk bergabung bersama umat lain untuk mendaraskan doa dan pujian kepada Sang Khalik, melalui perantaran Bunda Maria di Sriningsih?
Sumonggo……
salam
Mas Bagus
bagus671@gmail.com
